 |
Registrasi Manuskrip
Data : 37 Manuskrip
No. |
Judul |
Jenis |
Bahan Sampul |
Alas |
Bahasa |
Aksara |
1. |
Ajimat dan Mujarobat
Naskah ini berisi penjelasan tentang masalah tauhid dan fikih, namun di beberapa
halaman terdapat doa dan perobatan.
|
keagamaan |
|
Kertas lokal bergaris |
Melayu Aceh |
Arab |
2. |
Akal dan Kelebihannya
Naskah ini ditulis menggunakan bahasa Arab, dan bahasa Melayu berbentuk
prosa beraksara Arab Melayu. Tulisan pada naskah ini
menggunakan tinta berwarna
hitam dan hijau. Secara umum, Kondisi naskah masih baik dan masih jelas terbaca. Teks-teks
naskah sebagiannya tidak lengkap. Secara keseluruhan, teks ditulis dengan khat riq’î. Naskah ini tidak mempunyai daftar isi.
Penulisan naskah pada halaman satu.
Naskah berisi tentang akal dan kelebihannya, tauhid,
fiqh, kelebihan ilmu, dan berbagai macam rajah dengan berbagai manfaat dan
faedah.
|
keagamaan |
|
kertas bergaris |
Arab dan Melayu |
Arab Melayu |
3. |
Azimat
Isi naskah diawali dengan kaifayat (tata
cara) menjemput padi, azimat menghilangkan takut, azimat perempuan tiada
beranak, pengasih, azimat agar tidak ada pencuri, azimat menghilangkan
penyakit, azimat menghilangkan rasa takut, penangkal sihir, tangkal tikus, dan
azimat paham diri.
Catatan
lain yang dianggap perlu, tidak ada. Ringkasan isi, 1) diawali dengan kaifiyat
(tata cara) menjemput padi, 2) azimat
menghilangkan takut, 3) azimat perempuan tiada beranak, salusuh, pengasih,
azimat agar tidak pencurian, angka Buduih, azimat menghilangkan penyakit, 4)
azimat menghilangkan rasa takut, penangkal sihir, tangkal tikus, azimat paham
diri. Ukuran tulisan sedang, tebal. Jumlah kuras tanpa kuras.
|
keagamaan |
|
kertas folio |
Arab dan Melayu |
|
4. |
Carios Tamim
Naskah Carios Tamim yang selanjutnya disingkat CT berasal dari koleksi K.F. Holle dan sekarang berada dalam koleksi Bagian Naskah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) dengan nomor kode koleksi SD. 166. Keberadaan naskah SD. 166 ini tercatat dalam katalog Naskah Sunda Inventarisasi dan Pencatatan yang disunting oleh Edi S. Ekadjati dan kawan-kawan (1988: 82). Selain naskah CT katalog ini juga mencatat cerita tokoh Tamim dalam judul Wawacan Tamim Ad-Dāri berada dalam koleksi UB Leiden bernomor LOr. 6732 (Mal.1413) dan Kitab Carios Tamim berada dalam koleksi UB Leiden bernomor LOr. 6734 (Mal. 1415). Dalam katalog ini Ekadjati tidak memberi uraian isi naskah CT. Setelah penulis membaca teks naskah, berisi ajaran keagamaan menceritakan tokoh bernama Tamim Ad-Dāri ‘diculik’ oleh Jin Iprit berkelana ke berbagai negri di luar dunia. Dalam pembuka teks penyalin menyebut CT disadur dari cerita Melayu terkenal Tamim Ad-Dāri.
Peneliti: Rohim |
syair |
|
|
|
|
5. |
Cerita Bapak Belalang
Tidak terdapat nama penulis atau penyalin naskah, halaman kolofon hanya menjelaskan naskah ditulis atas permintaan Tuan Von de Wall. Naskah ini disusun dalam beberapa kumpulan naskah, bagian sampul depan belakang dijilidi karton tebal dilapisi kain berwarna hitam kecoklatan. Secara umum naskah dalam kondisi baik dan terbaca, tetapi kertas bagian pinggir kiri bawah tampak berlubang-lubang. Lubang tersebut tembus dari halaman awal sampai akhir. Pada sebagian kertas terdapat bercak-bercak hitam karena lembab, halaman 3—11 kertas bagian tengah naskah dilaminasi.
Cerita Pak Belalang sudah dibukukan oleh R.O. Winstedt dan Sturrock dalam ‘Cherita Jenaka’ Singapore 1908, Malay Literature Series 6. Rupanya R.O. Winstedt mempergunakan sebuah versi lain dari cerita Pak Belalang, ini terlihat dari beberapa episode yang berlainan dengan naskah W. 212. Dalam pendahuluan bukunya itu, R.O. Winstedt menyebutkan bahwa cerita Pak Belalang-nya ini diambil dari naskah Perlak, kepunyaan koleksi pribadi.
Peneliti: Rohim |
kisah |
|
|
Melayu |
Arab |
6. |
Mujarobat 1
Isi teks naskah membicarakan mengenai Pada bagian
pertama naskah adalah penjelasan tentang obat-obatan, seperti pasal yang
menyatakan yang disurat pada kertas. Ini dipakai oleh perempuan beranak. Pada bagian pertengahan, ada
juga teks-teks tentang ajimat untuk kanak-kanak, antara lain agar anak tidak
menangis, dan obat agar anak-anak tidak dijual syetan. Selain obat-obatan
naskah ini menjelaskan akidah dan ajaran Islam yang terdapat dalam kitab suci
maupun hadis Nabi.
|
obat-obatan |
kertas karton tebal |
kertas daluang |
Melayu |
Arab |
7. |
Naskah Tajulmuluk
Isi teks naskah NT berisi mengenai pengetahuan perbintangan,
hari-hari baik, doa-doa, suarat-surat al-Quran pendek, dan beberapa rajah. Secara rinci naskah NT
ini berisi penjelasan mengenai ramalan-ramalan, watak-watak wanita, mimpi, hari
yang baik dan arti kehidupan sehari-hari. |
keagamaan |
|
kertas eropa dengan cap kertas bergambar seekor singa bermahkota |
Melayu dan Arab |
Arab |
8. |
Naskah Usade
Naskah berisi tentang
obat-obatan untuk sakit mata, cegukan, panas badan,
sakit kusta, bisa (ludah) kodok, koreng, kulit genit (gatal-gatal), sakit gatal, radang hidung, dll.
|
obat-obatan |
kayu |
daun lontar |
Bali-Kawi |
Aksara Bali |
9. |
Pantun Sri Batara
Naskan ini berisi mengenai syair/pantun. |
syair |
Karton tebal |
Kertas Eropa |
Melayu |
Jawi |
10. |
Pengasih Sanghyang Tawang Agung
Sarana dan mantra-mantra pengasihan.
Pencatat/Peneliti : Argawa Waktu Penelitian : 6 September 2016 |
lain-lain |
Kayu |
Lontar |
Kawi-Bali |
Bali |
11. |
Perhalaan
tentang
petunjuk arah mata angin dan tentang kalender Batak Desa Nawaw
pp�G���
|
primbon |
bambu |
bambu |
Batak |
Batak |
12. |
Perobatan dan Ramalan
Naskah ini berukuran 7 x 11,5 cm; biok teks 6 x 9 cm; 13 brs.
rata-rata tiap halaman; tanpa penomoran halaman; tinta hitam; aksara
Arab-MeIayu dan aksara Arab; bahasa Melayu dan bahasa Arab; naskah berisi
berbagai macam ramalan dan tata cara mengobati serta ramuan berbagai macam
penyakit. Kondisi naskah masih lengkap; teks dapat dibaca dengan jeIas; ada
beberapa halaman naskah yang terlepas dari jilidannya.
|
obat-obatan |
|
|
Arab dan Melayu |
Arab-Melayu dan Arab |
13. |
Piwelas
Pencatat/Peneliti : Purwaningsih |
lain-lain |
Kayu kelapa |
Lontar |
Bali-Kawi |
Bali |
14. |
Primbon
Primbon ini berupa kumpulan doa, jimat, hitungan
hari baik dan buruk, obat-obatan, penangkal dan tolak bala, pelet penyuka. Primbon ini milik Kiai
Ismail. Sampul dan halaman awal teks
sampai dengan halaman 20 kondisinya rusak berat sehingga tidak terbaca, Oleh
sebab itu, kalimat awal teks diambil dari halaman 21 yang berbunyi “punika yang weteng nggala sasadad, ya robbana
ya ilahina ya sayidina ya maulana ya taharna, ya shifatina, ya qodarna, ya
daliyana ya habibana.” Salah satu contoh doa yang terdapat
dalam naskah ini adalah doa tolak bala untuk menjauhkan kita dari berbagai
jenis marabahay, bencana, dan juga penyakit. Tata caranya disebutkan, yakni
dengan membaca ina la fatahna laka fatham
mubina sebanyak tiga kali jangan bernafas, lalu dilanjutkan dengan bacaan sadid sadid sadid sebanyak 333x.
|
primbon |
|
kapas yang diproses sedemikian rupa sehingga alas naskah berbent |
Jawa |
Arab Pegon |
15. |
Primbon Sirah Nabawiyah
Halaman awal sekali dihiasi oleh tulisan-tulisan
berhuruf kawi bercampur dengan Arab Pegon. Lalu halaman selanjutnya yang bisa
dibaca adalah halaman keempat dengan isi surat Al-Fatihah, lalu di halaman
kelima setelah surat alfatihah terdapat sholawat kepada nabi sampai dengan
halaman 12. Setelah itu terdapat hadiyah kepada
nabi dan para sahabatnya, anak cucunya, keluarga Nabi Muhammad SAW.
Iluminasi atau gambar bunga warna biru terdapat pada
halaman 5 – 8, halaman 9 gambar polos, halaman 14 -- 16 gambar bunga, halaman
20 – 21 gambar bunga, halaman 30 –32 gambar bunga, halaman 38 terdapat gambar
bunga. |
primbon |
daluwang |
daluwang coklat |
|
Jawa Kuno (kawi) dan Arab Pegon |
16. |
Rajah
Naskah ini tidak memiliki judul dan tidak berhalaman karena berupa gulungan. Kondisinya masih cukup baik dan dapat dibaca dengan jelas. Isi naskah tentang azimat penolak penyakit dan rajah
penolak setan. |
obat-obatan |
Kayu Tarok |
Kertas Eropa |
Arab Melayu |
Arab |
17. |
Saraf (Ilmu Perubahan Kata)
Naskah ini berisi mengenai ilmu perubahan kata. |
lain-lain |
Karton |
Kertas bergaris-garis kotak |
|
Latin |
18. |
Sembilan Belas Hari Bulan Rajab
Naskah ini mempunyai baris yang bervariasi dalam setiap halamannya, mulai
dari 10, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 19, dan
24 baris. Dalam sampul naskah, ditemukan adanya tulisan ‘Sembilan Belas hari
bulan, pada bulan Rajab, saya Batu Besar gelar Khatib Nasir, tempat Buah Batu
Kitab Surau. Selain itu, tidak ditemukan adanya penyalin naskah dan ditemukan
halaman kosong dalam naskah hanya pada halaman terakhir saja.
|
keagamaan |
tidak ada sampul |
kertas Eropa |
|
|
19. |
Sifat Duapuluh
Isi teks naskah berisi ajaran kepada manusia yang
menjelaskan mengenai terjadinya manusia, uraian tentang makanan yang dianjurkan
orang masa hamil, alam arwah yang menjadi wujud qidam, menjadi kepala, alam
azam menjadi muka sampai terbentuknya manusia sempurna, penjelasan tentang
kematian, tentang rukun Islam serta asal-usul perintah salat lima waktu, dan
ajaran tentang sifat baik, di halaman akhir dan di beberapa halamn
tengah—ngacak—terdapat teks-teks obat-obatan dan doa-doa.
|
obat-obatan |
kertas karton |
kertas lokal warna putih kecoklatan sangat tipis menyerupai kert |
Melayu Aceh |
Arab |
20. |
Syair Baginda Hamzah
Syair Baginda Hamzah (SBH) merupakan salah satu contoh dari cara seorang ulama besar menyebarluaskan ajaran Islam ke seluruh pelosok negeri. Agar pembaca tidak jenuh dengan tampilan isi SBH, penulisnya menyisipkan cerita-cerita lain secara sistematis, tanpa mengurangi nilai yang sesungguhnya termuat dalam syair tersebut. Teks SBH berukuran 21 x 16 cm, dengan tebal teks 165 halaman ini diperoleh dari warga di sekitar daerah Kalimantan Selatan dengan cara imbalan/dibeli pada tanggal 30 Oktober 1991. Teks asli naskah tersebut sekarang tersimpan di museum daerah Martapura.
Peneliti: Rohim |
kisah |
|
|
Melayu |
Arab |
21. |
Tajul Muluk
Isi teks naskah NT berisi mengenai pengetahuan
perbintangan, hari-hari baik, doa-doa, suarat-surat al-Quran pendek, dan
beberapa rajah.
|
keagamaan |
|
kertas Eropa |
Melayu |
Arab |
22. |
Tambar Ni Hulit
cara pembuatan obat-obatan berserta
ramu-ramuanya dan dilakukan oleh seorang dukun sebagai petunjuk dan cara tata
pelaksanaannya.
|
obat-obatan |
kayu |
kayu |
Batak |
Batak |
23. |
Tanpa Judul (Doa)
Isi naskah tentang
hukum fikih dan doa-doa (naskah ini ditulis oleh H. Abdul Majid pada tahun 1290
H dengan cetak batu di Singapura.
|
keagamaan |
|
|
|
|
24. |
Tarikat Sifat Asmaul Husna
Naskah ini berisi mengenai tata
cara berdoa dengan asmaul husna.
|
keagamaan |
|
|
Arab dan Melayu Banjar |
Arab dan Jawi |
25. |
Tarupramana
Pohon-pohon yang berkhasiat obat Pencatat/Peneliti : Argawa Waktu Pencatatan : 6 September 2016 |
obat-obatan |
Kayu |
|
Kawi-Bali |
Bali |
26. |
Tasawuf
Koleksi naskah yang diberi kode naskah PAR 16,
halaman nomor naskah koleksi itu dalam katalog atau referensi selanjutnya, 16
PAR, ukuran halaman: 17x10, panjang dan lebar halaman, panjang dan lebar teks
13x7,5 cm. Judul tasawuf, penulis anonim, pemilik naskah Museum Padang,
Sumatera Barat. Penanggalan naskah disalin dikuli dari Jawahiri al-Khamsi
1316H. Tempat penyalinan naskah tidak diketahui asal-usulnya, jumlah kertas 8
lembar, jumlah baris 15 baris, penomoran halaman menggunakan pensil, jenis
kertas Eropa, folio bergaris, kode kertas watermark
dan counteranmax PRO PATRIA/HD.
Keterangan tambahan garis tebal dan garis tipis. Jumlah jilid empat jilid.
Tulisan dapat dibaca, lembaran banyak lepas dari jilidan, cover belakang
hilang, cover depan dari karton tebal, halaman 1--22 hilang.
|
keagamaan |
|
kertas Eropa |
|
Arab Melayu dan Arab |
27. |
Usada Sawah
Pencatat/Peneliti : I Putu Gede Argawa Waktu Pencatatan : 5 September 2016 |
obat-obatan |
Bambu |
|
Bali |
Bali |
28. |
Usada Tiwang
Berisi tentang pembuatan ramuan obat untuk menghaluskan bengkak
Pencatat/Peneliti : Purwaningsih Waktu Pencatatan : 2 September 2016 |
obat-obatan |
Kayu batang enau |
Lontar |
Bali-Kawi |
Bali |
29. |
Usada/Bermacam-macam pengobatan
Obat-obatan untuk sakit mata, cegukan, panas badan, sakit kusta, bisa (ludah) kodok, koreng, kulit genit (gatal-gatal), sakit gatal, radang hidung, dll.
Pencatat/Peneliti : Zaenal Hakim Waktu Pencatatan : 4 September 2016 |
obat-obatan |
Kayu |
Lontar |
Bali-Kawi |
Bali |
30. |
Usade Rare
Obat-obatan untuk anak.
Pencatat/Peneliti : Purwaningsih Waktu Pencatatan : 2 September 2016 |
obat-obatan |
Kayu enau |
Lontar |
Bali-Kawi |
Bali |
31. |
Usha Rare
Pengobatan bayi mulai dari ari-ari, pemeliharaan termasuk jiwa anak (ari-ari, air ketuban, darah, lumus/pembungkus). Semua dibawa sesajian. Tiap tahapan umur.
Pencatat/Peneliti : Zaenal Hakim Waktu Pencatatan : 3 September 2016 |
obat-obatan |
Kayu |
Lontar |
Bali-Kawi |
Bali |
32. |
Usuludin (Tauhid)
Isi
naskah tentang tauhid, hokum akal, hokum adat, dan hokum syari, dan sifat dua
puluh.
|
keagamaan |
|
|
Arab Melayu Banjar |
Jawi |
33. |
Wawacan Sama’un
Cerita Sama’un adalah salah satu karya sastra tradisional yang memiliki tingkat penyebaran cukup meluas di Nusantara. Isi ceritanya diadopsi dari cerita yang terkait dengan hubungan diplomatik antara Mekah dan Mesir pada masa awal penyebaran Islam oleh Nabi Muhammad SAW. Latar Mekah dan Mesir oleh para penulis naskah Nusantara disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Wawacan Sama’un memiliki tema yang sangat penting, mengingat fungsinya yang sakral dalam masyarakat Sunda. Ketertarikan masyarakat pada Wawacan Sama’un salah satunya disebabkan oleh isi atau tema tersebut. Salah satu tanda tokoh Sama’un akan menjadi orang besar adalah proses kelahirannya yang di luar kewajaran. Seorang bayi laki-laki yang baru lahir ke dunia mampu berbicara dan dapat mengislamkan kedua orang tuanya yang kafir, adalah salah satu nilai yang ingin ditanamkan orang tua yang baru mempunyai anak, kelak sifatnya meniru keberanian Sama’un dalam menegakkan keadilan dan memberantas kebatilan. Jiwa pantang menyerah, mendahulukan kepentingan umat, setia kepada rasul, penyabar, hormat kepada orang tua, dan senantiasa teguh dalam mengemban amanat adalah ciri-ciri jiwa kepemimpinan pada tokoh Sama’un.
Peneliti: Rohim |
keagamaan |
|
|
|
|
34. |
Angkawijaya
Raja Pandawa membicarakan Arjuna yang baru saja mendapatkan seorang perempuan bernama Kebo Naruma. Sementara itu Arjuna bersama Petruk bertemu dengan seorang pendeta bernama Barma Kanda. Kebetulan pendeta tersebut mempunyai seorang anak gadis, Prgawangsi yang kemudian kawin dengan Arjuna. Hasil perkawinan tersebut melahirkan dua anak, Purgiwa dan Purgiwati. |
hikayat |
|
|
Melayu |
Arab |
35. |
Hikayat Sultan Taburat
Hikayat Sultan Taburat deskripsi, Alih aksara, suntingan Oleh Rias A. Suharjo tahun 2018 diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Republik INdonesia |
sejarah |
karton |
kertas bergaris |
|
jawi |
36. |
Syair Kumbayat
Zain Al-Abidin gelar Fath Al-Arifin adalah putra Darman Syah mendapat pendidikan yang cukup tinggi dari ayahnya. Zain menikah dengan Dzubaidah anak seorang pendeta. dalam peperangan dengan negri Cina, Zain tertangkap dan dipenjarakan. Berkat istrinya, Zaubaidah akhirnya Zain dapat dibebaskan |
syair |
|
|
|
Arab |
37. |
Syekh Paseban
Naskah ini berisi perjalanan hidup Syekh Paseban dalam menuntut ilmu agama |
keagamaan |
|
|
Arab Melayu |
Jawi |
1 |
|
 |